Karina Octaviani Seorang dokter gigi di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya, lulusan tahun 2019 di fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga. Menulis adalah hobi sedangkan dokter merupakan profesi.

Cara Menanam Tanaman Hidroponik Sederhana [Pengertian, Nutrisi & Sistem]

3 min read

Kiat Sukses Budidaya Pertanian Tanaman Hidroponik Bagi Pemula dan Kelebihan Sistemnya.

Tanaman hidroponik pada dasarnya sama dengan jenis tanaman di bidang lainnya. Teknologi yang digunakan juga sudah mengalami kemajuan yang cukup pesat. Bahkan sekarang budidaya tanaman hidroponik tidak harus dengan lahan yang luas. Lahan sempit pun tetap bisa digunakan yakni dengan memanfaatkan zat nutrisi sebagai bahan pengganti lahan tanah.

Dibandingkan dengan pertanian pada lahan yang luas, budidaya dari tanaman hidroponik justru bisa menghasilkan panen yang lebih banyak. Kualitas hasil panen juga bagus, sebab kandungan nutrisi maupun gizi tergolong tinggi. Satu hal yang menjadi keunggulan dari tanaman hidroponik ini adalah bersifat ramah lingkungan, sebab tidak memerlukan obat kimia seperti pestisida.

Tips Budidaya Hidroponik Yang Benar

Bagaimana Anda mulai tertarik dengan pertanian satu ini ? Jika memang iya, maka ada beberapa kiat khusus yang bisa diterapkan agar usaha Anda bisa berjalan sukses dan lancar sama seperti teknologi pertanian lainnya. Berikut ulasan lengkapnya:

Pakailah Sistem Pola Tanam dengan Baik

Kualitas hasil panen biasanya akan bergantung pada sistem dan pola tanam yang digunakan dalam pertanian. Hal ini juga berlaku sama dengan budidaya sistem pertanian tanaman hidroponik. Apabila Anda menggunakan pola tanam yang tepat dan benar, maka hasil panen pun akan memiliki kualitas terbaik.

Sebagai pemula, Anda disarankan untuk memilih pola tanam hidroponik menggunakan sistem NF. Sistem ini dirasa lebih praktis dan mudah ketika dijalankan. Aliran air yang dibutuhkan juga sangat tipis yang berada pada ketebalan 2 sampai 3 ml pada tingkat kemiringan 3 hingga 5%.

Baca Juga  5 Cara Untuk Membuat Bingkai Foto Unik, Keren & Lucu

Buat Anggaran yang Hemat

Pada dasarnya semua jenis sayuran hidroponik ataupun buah-buahan dan tanaman tidak berkayu bisa dengan mudah dibudidayakan dengan sistem hidroponik ini. Hanya saja Anda perlu memilih jenis tanaman dengan pemeliharaan yang mudah dan tidak memerlukan modal terlalu besar. Beberapa tanaman tersebut adalah tomat, bayam, sawi, kangkung dan lainnya.

Beberapa jenis tanaman hidroponik tersebut cukup mudah dirawat meski dengan sedikit air. Selain itu masa panennya tidak membutuhkan jangka waktu lama. Hanya dengan waktu kurang dari tiga bulan saja sudah bisa dipanen, sehingga modal bisa diputar kembali.

Gunakan Sistem Pemasaran

Permintaan hasil panen dari sistem ini dari waktu ke waktu semakin meningkat. Jadi pemasaran hasil panen adalah masalah yang perlu Anda perhatikan sebagai petani sekaligus pelaku bisnis. Di tahap awal Anda bisa memasarkan hasil panen ke teman atau warga lingkungan sekitar.

Ketika usaha sudah berkembang baik, maka pemasaran bisa diperluas misalnya saja ke supermarket dan pasar. Jika Anda ingin keuntungan lebih, jangan pernah sungkan untuk menawarkan hasil panen ke hotel sampai dengan restoran kelas menengah hingga atas.

Peminat hasil budidaya hidroponik sebagian besar justru berasal dari kelas menengah atas. Sebab mereka sadar akan arti dari kesehatan. Bahkan mereka tidak merasa ragu untuk membelanjakan uangnya. Mereka juga percaya hasil panen yang ada lebih higienis dan mengandung gizi serta vitamin tinggi.

Kelebihan & Keuntungan Budidaya Hidroponik

Di atas adalah beberapa kiat sukses yang bisa Anda terapkan sebagai petani pemula lengkap dengan sistem pemasarannya. Semoga dapat membantu ke depannya. Nah di bawah ini adalah beberapa kelebihan dari budidaya tanaman hidroponik.

Mudah Dikembangkan

Budidaya dengan sistem hidroponik adalah salah satu cara pertanian yang mudah dikembangkan. Sebagai pemula, sepertinya cara ini layak untuk digunakan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya potensi pangsa pasar sangat luas, bahkan juga bisa jadi budidaya pertanian kelas atas dengan prospek tinggi. Modal pun bisa disesuaikan dengan kemampuan.

Baca Juga  Pengaruh & Dampak Teknologi Digital dalam Industri Musik di Dunia & Indonesia

Lebih Hemat Tempat

Lahan yang digunakan tidak perlu luas, bahkan lahan sempit pun bisa Anda gunakan untuk memperoleh peluang sukses. Anda hanya perlu belajar banyak mengenai ukuran dari wadah larutan. Ukuran tersebut biasanya akan bergantung dengan ukuran tanaman yang nantinya akan dibudidayakan.

Media yang Mudah Didapatkan

Ketika anda memilih memulai pertanian ini di rumah, maka bisa memanfaatkan beberapa benda yang ada di sekitar sebagai wadah budidaya. Misalnya saja toples, gelas, ember dan tempat lainnya bisa membantu anda memulai budidaya hidroponik.

Selain itu ,pikirkan juga untuk melapisi wadah dengan aluminium foil, plastik, atau cat agar bisa lebih memastikan cahaya yang ada ditolak masuk ke wadah. Jadi kecil kemungkinan lumut berkembang biak. Media yang digunakan tidak menggunakan tanah jadi lebih mudah dalam perawatannya.

Diperlukan Ketekunan, Berani Mencoba dan Belajar

Apapun yang dilakukan dengan ketekunan dan ketelatenan, pasti akan memberikan perjalanan bisnis yang baik dan bisa dikatakan akan menunjang kehidupan di masa depan termasuk pada budidaya Hidroponik ini.

Oleh sebab itu, sebelum memulai semuanya Anda perlu mempersiapkan diri untuk berani mencoba, belajar dan dibarengi dengan ketekunan. Jika memang tidak ingin dengan tanaman sayur dan buah, maka Anda bisa memilih tanaman hias yang akan mengisi setiap sudut rumah.

Dapat Hidup Meski Tanpa Pestisida

Sebelumnya telah dijelaskan jika tanaman hidroponik tidak membutuhkan pestisida. Ya memang benar, jika Anda memakai sistem dengan pengelolaan yang baik maka bisa jadi zat kimia dan pestisida sudah tidak lagi dibutuhkan. Hal ini akan berdampak baik sebab tidak ada lagi residu pestisida.

Lahan bisa Mampu Disesuaikan dengan Jenis Tanaman

Baik lahan luas atau sempit, anda tetap bisa melihat peluang bisnis dari segi tanaman yang kiranya dapat tumbuh dengan baik. Beberapa diantaranya adalah selada air, selada, sawi, timun, dan juga sayuran-sayuran hijau lainnya. tanaman tersebut bisa dijadikan referensi ketika memilih sistem hidroponik.

Baca Juga  Contoh Teks Anekdot Lengkap Beserta Struktur & Pengertiannya

Tidak hanya sayuran hijau saja, tanaman lainnya seperti cabai maupun tomat juga tidak kalah menarik untuk. Kedua tanaman tersebut bisa hidup dengan sangat baik memakai budidaya pertanian hidroponik.

Secara singkat bisa diambil kesimpulan, bahwasanya tanaman dengan budidaya sistem ini lebih mudah penanganannya jika Anda mengedepankan kualitas dan kuantitas nutrisi yang ada pada media tanam dari aliran air yang cukup sedikit serta efisien.

Modal Sedikit dengan Keuntungan Besar

Bisa diambil gambaran tanaman Selada. Biaya untuk pembuatan selada per satu kilogram kira-kira Rp. 20.000. Padahal harga jual di supermarket mencapai Rp. 35.000,-. Anda akan memperoleh keuntungan 15.000 per satu kilonya. Bayangkan saja jika anda dapat membuat 1 kuintal selada atau juga 1 ton selada untuk satu bulan pasti keuntungannya akan besar. Hanya saja menghasilkan satu ton dibutuhkan kerja keras.

Bisa Dimanfaatkan Sebagai Hiasan

Seiring dengan berkembangnya zaman, kebutuhan manusia semakin ke sini justru kian beragam. Misalnya saja dengan dengan kebutuhan akan tanaman dengan penggunaan sistem ini. Orang tidak lagi mengembangkannya untuk usaha pemenuhan pangan saja, namun juga mulai merambah pada sektor tanaman hias. Jika Anda lebih suka tanaman hias maka sistem ini bisa diterapkan dengan mudah.

Referensi Desain Tanaman Hidroponik

Bagaimana ada banyak sekali pun kelebihan dari budidaya pertanian hidroponik. Kini Anda tidak perlu merasa bingung dengan lahan yang kurang memadai. Bahkan dengan lahan sempit saja usaha pertanian tanaman hidroponik masih tetap bisa dijalankan. Selamat mencoba.

Karina Octaviani
Karina Octaviani Seorang dokter gigi di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya, lulusan tahun 2019 di fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga. Menulis adalah hobi sedangkan dokter merupakan profesi.